Tujuan sesi: Menanamkan pada anak bahwa harta adalah amanah — dicari dengan jujur, disimpan dengan bijak, dan dibagi dengan sesama — serta mengenali bahaya utang berbunga dan janji untung yang tidak masuk akal. Sesi berlangsung 15-20 menit, dibagi menjadi beberapa percakapan pendek sesuai usia anak.
Materi yang dibutuhkan: Tiga wadah/toples transparan (untuk simulasi tabung–belanja–sedekah), uang recehan mainan atau asli secukupnya, dan satu cerita ringan tentang harga barang yang naik.
Langkah 1 — Percakapan sarapan (anak SD, ~5 menit). Tujuan: mengenalkan kebutuhan versus keinginan. Ajukan pertanyaan pembuka, lalu tunggu jawaban. Skrip pembuka: "Nak, kalau Bunda kasih kamu uang, kamu mau langsung habiskan buat jajan, atau disimpan sebagian?"
- Jika anak menjawab "habiskan semua": jangan menghakimi. Berikan respons: "Boleh saja, tapi coba kita bagi tiga ya — satu buat jajan, satu buat ditabung, satu buat dikasih ke yang butuh. Yuk kita masukkan ke tiga toples ini."
- Jika anak menjawab "ditabung": puji singkat. "Bagus. Tapi menabung juga jangan pelit ya — sisihkan sedikit buat sedekah, biar uangnya berkah." Tutup langkah dengan menaruh recehan ke tiga toples bersama-sama.
Langkah 2 — Percakapan di mobil atau perjalanan (anak SMP, ~5 menit). Tujuan: mengenalkan bahaya utang berbunga dan lingkaran pinjol. Skrip pembuka: "Kamu pernah dengar iklan 'pinjam cepat cair' nggak? Kira-kira kenapa banyak orang malah tambah susah setelah pinjam?"
- Jika anak menjawab "karena harus dibalikin lebih banyak": kuatkan. "Betul. Itu namanya riba — utangnya berlipat ganda. Allah melarangnya karena mencekik yang lemah."
- Jika anak menjawab "nggak tahu": jelaskan pelan. "Kadang pinjam seratus ribu, sebulan jadi jutaan. Jadi kalau butuh, lebih baik minta tolong keluarga daripada aplikasi yang pakai bunga." Sertakan dalil singkat: sampaikan bahwa Allah berfirman dalam QS. Aal-i-Imraan: 130 melarang memakan riba dengan berlipat ganda. Cukup terjemahannya untuk usia ini. Tutup: "Jadi kalau nanti kamu besar dan butuh uang, ingat: cari jalan yang halal dulu, jangan buru-buru pinjam yang berbunga."
Langkah 3 — Percakapan sebelum tidur (anak SMA, ~7 menit). Tujuan: membangun kewaspadaan terhadap penipuan investasi dan janji untung besar. Skrip pembuka: "Kalau ada yang nawarin kamu 'investasi untung besar dan cepat, dijamin', kamu percaya nggak?"
- Jika anak menjawab "percaya, kan lumayan": beri respons hati-hati. "Nah ini yang bahaya. Untung sebesar itu hampir pasti penipuan. Bahkan orang tua pun banyak yang tertipu. Prinsipnya: kalau untungnya kebesaran, itu tandanya bohong."
- Jika anak menjawab "curiga, kayaknya bohong": puji. "Pintar. Itu namanya waspada. Penipu sekarang canggih, bisa bikin suara dan wajah palsu. Jadi selalu tanya dan verifikasi dulu sebelum kasih uang." Kaitkan dengan nilai: sampaikan bahwa mencari harta harus dengan cara yang halal dan tidak menzalimi siapa pun, dan menjaga harta orang lain juga amanah. Tutup: "Nak, uang bisa dicari lagi kalau habis karena rezeki. Tapi uang yang hilang karena tertipu itu paling bikin sakit hati. Makanya kita hati-hati."
Skenario respons anak (umum): Jika di langkah mana pun anak balik bertanya "kenapa sih harus dibagi/hati-hati?", jangan buru-buru menutup dengan "pokoknya harus". Berikan alasan konkret ("biar kalau ada teman susah, kita bisa bantu"; "biar kita nggak jadi korban") lalu lanjutkan.
Catatan untuk pelaksana: Sesuaikan nominal dan contoh dengan usia dan pemahaman anak. Untuk anak SD, cukup konsep berbagi lewat toples. Untuk anak yang lebih besar, dorong mereka bercerita tentang pengalaman teman atau berita yang mereka dengar sendiri. Hindari nada mengancam; fokus pada rasa aman dan tanggung jawab.
Penutup sesi: Ajak anak berdoa singkat bersama: "Ya Allah, berikanlah kami rezeki yang halal dan berkah, dan jauhkanlah kami dari yang haram." Tutup dengan pelukan atau tepukan bahu, tanpa menambah ceramah.
