Di tengah pekan yang ramai oleh perbincangan tentang gelar, jabatan, dan harta yang jadi sengketa, ada baiknya kita menoleh pada satu warisan yang bentuknya justru mengejutkan. Imam at-Tirmidzi rahimahullah dalam Asy-Syama'il al-Muhammadiyyah — 54- باب ما جاء في ميراث رسول الله صلى الله عليه وسلم menghimpun riwayat tentang apa yang ditinggalkan Rasulullah ﷺ ketika beliau wafat. Kisahnya sederhana, tetapi menampar cara dunia menakar nilai.
Madinah baru saja kehilangan cahayanya. Rasulullah ﷺ telah wafat. Rumah-rumah berkabung. Dan di tengah duka itu, muncul satu pertanyaan yang wajar bagi manusia mana pun: apa yang ditinggalkan sang pemimpin?
Jawabannya membuat siapa pun terdiam. Seorang sahabat yang bernama Amr bin al-Harits berkata bahwa Rasulullah ﷺ tidak meninggalkan apa-apa. Bukan emas. Bukan perak. Bukan ternak.
مَا تَرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا سِلَاحَهُ وَبَغْلَتَهُ وَأَرْضًا جَعَلَهَا صَدَقَةً
"Rasulullah ﷺ tidak meninggalkan apa pun kecuali senjatanya, bagalnya, dan sebidang tanah yang beliau jadikan sedekah."
Hanya itu. Senjata untuk membela, tunggangan untuk berjalan, dan tanah yang bahkan tidak beliau simpan untuk keluarga — melainkan diwakafkan untuk umat. Seorang pemimpin bangsa, yang seandainya mau bisa menumpuk kekayaan tak terhitung, pergi dengan tangan yang begitu ringan.
Lalu datanglah putri beliau, Fatimah, kepada Abu Bakr ash-Shiddiq رضي الله عنه. Ia bertanya tentang warisan. Ada kesedihan seorang anak yang baru kehilangan ayah dalam pertanyaannya. Abu Bakr, dengan hati yang lembut namun teguh, menyampaikan apa yang pernah ia dengar dari Rasulullah ﷺ:
لَا نُورَثُ، مَا تَرَكْنَاهُ صَدَقَةٌ
"Kami (para nabi) tidak mewariskan; apa yang kami tinggalkan adalah sedekah."
Namun Abu Bakr tidak berhenti pada aturan. Ia menambahkan sesuatu yang menunjukkan bahwa menegakkan kebenaran tidak berarti mengeraskan hati. "Aku akan tetap menanggung nafkah orang-orang yang dahulu ditanggung Rasulullah ﷺ," katanya, "dan aku akan menginfakkan kepada siapa yang dahulu beliau infakkan." Keluarga tetap dijaga; harta tetap menjadi sedekah untuk umat.
Kelak, ketika 'Abbas dan 'Ali datang kepada 'Umar bin al-Khattab رضي الله عنه membawa perkara tanah peninggalan itu, 'Umar pun bersumpah demi Allah yang dengan izin-Nya langit dan bumi berdiri, menanyakan kepada para sahabat besar: bukankah kalian mendengar Rasulullah ﷺ bersabda bahwa beliau tidak mewariskan? Mereka menjawab, "Ya." Maka jelaslah bagi semua: harta itu bukan untuk diperebutkan, melainkan untuk dialirkan sebagai kebaikan bagi orang banyak.
'Aisyah رضي الله عنها, istri beliau yang paling dekat, memberi kesaksian yang menutup segala keraguan:
مَا تَرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَلَا شَاةً وَلَا بَعِيرًا
"Rasulullah ﷺ tidak meninggalkan satu dinar pun, tidak dirham, tidak kambing, dan tidak pula unta."
Rumah tempat wahyu turun, tempat sejarah terbesar umat manusia ditulis, kosong dari perhiasan dunia. Tetapi penuh dengan sesuatu yang tak bisa ditimbang.
Pelajaran
Kisah ini membalik cara kita mengukur sukses. Kita sering mengira warisan terbesar adalah tumpukan yang bisa dihitung — tanah, uang, ternak. Rasulullah ﷺ menunjukkan sebaliknya: beliau meninggalkan senjata, tunggangan, dan tanah yang justru diwakafkan, lalu mewariskan yang tak berbentuk — agama, teladan, dan doa umat sepanjang zaman. Yang membuat namanya dikenang empat belas abad bukan hartanya, melainkan kebaikan yang terus mengalir darinya. Di pekan ketika banyak orang menakar hidup dari gelar dan kepemilikan, kisah ini berbisik pelan: yang benar-benar kita tinggalkan bukan yang tergenggam di tangan, melainkan yang mengalir dari amal. Pertanyaannya tetap sama untuk kita hari ini — kalau kita pergi malam nanti, apa yang akan terus mengalir?
Sumber Asli
Asy-Syama'il al-Muhammadiyyah — 54- باب ما جاء في ميراث رسول الله صلى الله عليه وسلم
الشمائل المحمدية للترمذي ط إحياء التراث 54- باب ما جاء في ميراث رسول الله صلى الله عليه وسلم 382- حدثنا أحمد بن منيع. حدثنا حسين بن محمد حدثنا إسرائيل عن أبي إسحاق عن عمرو بن الحارث أخي جويرية له صحبة- قال: «ما ترك رسول الله صلى الله عليه وسلم إلّا سلاحه وبغلته وأرضا جعلها صدقة» .
383- حدثنا محمد بن المثنى. حدثنا أبو الوليد. حدثنا حماد بن سلمة عن محمد بن عمرو، عن أبي سلمة عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: «جاءت فاطمة الى أبي بكر فقالت: من يرثك؟ فقال: أهلي وولدي، فقالت: مالي لا أرث أبي؟ فقال أبو بكر: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: لا نورث ولكني أعول من كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعوله وأنفق على من كان رسول الله صلى الله عليه وسلم ينفق عليه» .
388- حدثنا محمد بن بشّار. حدثنا عبد الرحمن بن مهدي. حدثنا سفيان عن عاصم بن بهدلة عن زرّ بن حبيش عن عائشة رضي الله عنها قالت: «ما ترك رسول الله صلى الله عليه وسلم دينارا ولا درهما ولا شاة ولا بعيرا» .
