Dakwah-Lens
BriefingDiskusiPustaka KitabGaleri Flyer
Dakwah-LensMembantu para da'i dengan insights media berbasis AI. Sebuah inisiatif nirlaba dari Sukses & Berkah Group.

Produk

BriefingCara KerjaPustaka KitabDonasi

Tautan

Tentang KamiKontakPrivasiKetentuan
© 2026 Sukses & Berkah GroupDakwah-Lens
dakwah-lens.id
KultumTeknologi & AIKamis, 3 September 2026

Kultum — "Detik yang Hilang di Layar Kita"

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُوْرًا، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ.

Jamaah yang saya hormati, pekan ini ada satu argumen yang mulai ramai dibicarakan: bahwa video hasil kecerdasan buatan — bahkan yang dibuat untuk menyerukan cinta lingkungan — ternyata punya ongkos lingkungannya sendiri, yang jarang kita sadari saat menontonnya. Ada satu pesan kecil yang ingin saya bagikan malam ini dari situ.

Coba kita bertanya pada diri sendiri: berapa banyak waktu yang hilang hari ini tanpa kita sadari — bukan karena kita sengaja memakainya, tapi karena begitu saja terpakai sambil menatap layar? Allah Ta'ala berfirman dalam surah Al-Haaqqah ayat 39:

وَمَا لَا تُبْصِرُونَ

"Dan dengan apa yang tidak kamu lihat." (QS. Al-Haaqqa: 39)

Ayat ini pendek, tapi cocok sekali jadi cermin buat kita malam ini. Kita hidup dikelilingi layar yang menampilkan segalanya — video, berita, hasil karya orang lain yang serba rapi. Tapi ada yang tidak ditampilkan layar itu: waktu kita sendiri yang diam-diam terpakai, dan ongkos di balik setiap konten yang kita nikmati begitu saja.

Pekan ini kita dengar kabar tentang lima mahasiswa yang membuat alat pembayaran digital tanpa perlu kartu atau ponsel — sesuatu yang lahir dari waktu yang mereka pakai serius untuk menyelesaikan satu masalah nyata. Kita juga dengar kabar tentang kompetisi robot humanoid dunia yang berlangsung meriah, disaksikan begitu banyak orang. Dua kabar ini sama-sama soal teknologi, tapi mengingatkan kita pada dua cara berbeda memakai waktu dan perhatian: satu dipakai untuk menghasilkan sesuatu yang menyelesaikan masalah orang, satu lagi dipakai untuk menikmati tontonan yang memukau tapi selesai begitu saja setelah ditonton.

Ada satu nasihat yang saya suka dari kitab adab menuntut ilmu, saya kira relevan buat kita semua malam ini, bukan cuma santri:

ولا يغتر بخدع التسويف والتأميل؛ فإن كل ساعة تمضي من عمره لا بدَلَ لها ولا عوض عنها

"Janganlah tertipu oleh tipu daya menunda-nunda dan angan-angan panjang, sebab setiap jam yang berlalu dari umur seseorang tidak ada gantinya dan tidak ada penukarnya." (Adab al-'Alim wa al-Muta'allim)

Nasihat ini aslinya buat orang yang belajar ilmu agar tidak menunda-nunda. Tapi coba kita tempelkan ke kebiasaan kita hari ini: setiap kali kita bilang "sebentar lagi, masih scroll dulu" — itu juga bentuk taswif, penundaan, yang diam-diam menghabiskan jam yang tidak akan kembali.

Yang mau saya sampaikan bukan berarti kita harus menjauhi semua layar, semua video, semua teknologi baru. Bukan itu. Yang saya maksud adalah: kita perlu jujur pada diri sendiri tentang berapa banyak dari waktu itu yang benar-benar kita pilih sadar, dan berapa banyak yang hanya "hilang begitu saja" karena kita tidak pernah berhenti untuk bertanya. Video yang tadi saya sebut soal ongkos lingkungan AI itu sebenarnya pelajaran yang sama, hanya dalam bentuk lain: sesuatu yang terlihat baik di layar bisa saja punya ongkos yang tidak terlihat — entah itu ongkos lingkungan, atau ongkos waktu kita sendiri.

Malam ini, sebelum kita pulang, coba lakukan tiga hal kecil. Pertama, buka layar ponsel dan lihat berapa jam terpakai hari ini — jangan untuk menghakimi diri, hanya untuk jujur. Kedua, pilih satu waktu besok yang akan sengaja kita jaga tanpa layar — saat sarapan, saat mengantar anak, saat menjelang tidur. Ketiga, kalau kita membuat atau membagikan konten apa pun, luangkan satu tarikan napas untuk bertanya: ini betul-betul saya pilih, atau saya cuma ikut arus?

Jamaah yang dirahmati Allah, waktu yang Allah titipkan pada kita adalah amanah yang paling mudah kita lupakan justru karena ia tidak pernah terlihat habis sekaligus — ia habis pelan-pelan, detik demi detik, di balik layar yang menyala. Semoga Allah menjaga kita agar tidak kehilangan waktu tanpa sadar. Mari kita tutup dengan doa.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ أَوْقَاتِنَا، وَأَعِنَّا عَلٰى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَحْفَظُ أَمَانَتَكَ فِيْ كُلِّ مَا لَا يَرَاهُ النَّاسُ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Dakwah-Lens — Briefing Mingguan untuk Dakwah Indonesia

Konten ini AI-assisted, BUKAN fatwa otoritatif. Tanggung jawab keagamaan tetap pada penyusun konten dakwah.

Lihat Briefing Mingguan