Tujuan sesi
Sesi ini menanamkan satu gagasan tunggal kepada anak: mengambil lebih dari hak sendiri tetap salah walaupun tidak ada yang melihat dan walaupun jumlahnya kecil. Durasi sesi dua puluh menit, dijalankan satu kali pekan ini dan diulang ringkas pada pekan berikutnya. Sesi dirancang untuk dilakukan di meja makan karena pembagian makanan adalah bentuk takaran yang paling mudah dilihat anak.
Materi yang dibutuhkan
Satu wadah camilan yang bisa dihitung satuannya, satu timbangan dapur atau gelas takar, kertas dan pulpen untuk mencatat, serta satu kalimat terjemahan ayat yang ditulis besar dan ditempel di kulkas sesudah sesi.
Langkah 1 — Membagi tanpa pengawasan (5 menit)
Tujuan langkah ini memunculkan situasi nyata, bukan teori. Letakkan camilan di meja, sebut jumlah totalnya, lalu minta anak yang membagi untuk semua orang di rumah. Setelah itu tinggalkan meja selama dua menit dengan alasan yang wajar.
Skrip pembuka: "Ini isinya dua belas. Tolong kamu yang bagi untuk kita semua ya, Bunda mau ambil air dulu sebentar."
Skenario respons anak. Bila pembagian merata, berikan pengakuan spesifik: "Bunda lihat bagian semua orang sama. Kamu adil." Bila bagian anak lebih banyak, tahan reaksi dan jangan menegur di depan saudaranya; cukup tanyakan dengan nada ingin tahu: "Coba hitung punya kakak dan punya kamu, berapa?" Tunggu jawaban sampai selesai tanpa menyela.
Langkah 2 — Menimbang bersama (5 menit)
Tujuan langkah ini memindahkan perdebatan dari perasaan ke alat ukur. Gunakan timbangan atau gelas takar untuk mengukur dua porsi yang tadi dibagi, dan tunjukkan angkanya.
Skrip: "Kita cek pakai timbangan ya. Kalau alatnya yang bicara, tidak ada yang bisa marah."
Skenario respons anak. Bila anak protes bahwa selisihnya kecil, jawab dengan pertanyaan, bukan ceramah: "Kalau yang kelebihan itu kakak, kamu merasanya gimana?" Bila anak langsung mengakui, hentikan pembahasan di situ dan pujilah pengakuannya, bukan kesalahannya.
