Ringkasan Eksekutif
Pekan ini kelompok percakapan Hukum & Keadilan didominasi tiga benang besar: korupsi Makan Bergizi Gratis yang menjerat pimpinan Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dan eks-Wakilnya Sony Sanjaya (274 postingan), kasus suap izin tinggal WNA yang menyeret eks-Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim dengan total Rp 145,5 miliar (213 postingan), dan akumulasi kasus korupsi paralel seperti pengadaan Chromebook Kemendikbud, PLTU Riau-1, hingga ekstradisi buronan e-KTP Paulus Tannos dari Singapura (244 postingan). Volume melonjak +117% dibanding baseline mingguan — 2.605 postingan vs 1.198. Komposisi sentimen membaik: 51,9% negatif (turun 17,1 pp dari baseline 69%), 32,2% positif, 16% netral. Penyitaan aset, ekstradisi, dan sidang yang berjalan bersamaan menjadi sinyal positif yang menyeimbangkan banjir berita kasus baru.
Numerik & Tren Pekan Ini
Total 2.605 postingan dalam 7 hari di kelompok Hukum & Keadilan — lebih dari dua kali lipat baseline mingguan (1.198 postingan; delta +117,4%). Lonjakan ini ditarik nyaris satu tangan oleh tiga siklus pengungkapan korupsi besar yang jatuh bersamaan: pertama, tersangka MBG/BGN — Dadan Hindayana dan Sony Sanjaya — dengan 274 postingan dan 21,2 juta tayangan; kedua, tersangka eks Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim dalam kasus suap izin tinggal WNA dengan 213 postingan dan 8,3 juta tayangan; ketiga, akumulasi kasus seperti pengadaan Chromebook Kemendikbudristek 2019-2024, suap PLTU Riau-1, eks Sekda Pekanbaru, dan ekstradisi buronan e-KTP Paulus Tannos dari Singapura — totalnya 244 postingan dan 5,1 juta tayangan.
Komposisi sentimen pekan ini: 51,9% negatif, 32,2% positif, 16% netral. Baseline negatif sebelumnya 69% — turun 17,1 percentage points pekan ini. Penyebab bisa dibaca langsung dari sample headlines: rasio pemberitaan "pejabat ditangkap / sidang dimulai / aset disita" tinggi, yang dibaca klasifikasi sentimen kami sebagai institutional anti-corruption action (sentimen positif). Distribusi platform: berita mainstream mendominasi dengan 78% volume (fokus update kasus per hari), X 14% (komentar publik dan thread analisis), TikTok 5% (cuplikan press conference), Instagram 3% (kutipan grafis). Mainstream berimbang ke positif karena format hard-news menempel pada langkah penindakan; X tetap miring ke negatif karena ruang komentar publik mengakumulasi rasa lelah.
